Mendengar nama Kampung Cowboy, perhatian kita pasti akan tertuju pada
perkampungan yang sebagian besar mata pencaharian warganya adalah
berkuda, atau minimal seputar dunia perkudaan. benar saja perkiraan anda
ini. Apalagi Kampung Cowboy yang kali ini ditampilkan Team Reporter
Rasika jalan-jalan adalah Kampung Cowboy khas Kabupaten Semarang yang
terletak di desa Tegalwaton Kecamatan Tenggaran Kabupaten Semarang.
MbahPriyo
panggilan akrab Supriyono mengatakan, kemunculan nama Kampung Cowboy
ini menang murni ide darinya. Ide itu muncul sejak tahun 1965 silam
karena dia melihat banyak potensi di kampung ini yang belum tergarap,
saat ini saja ada sekitar 250 kuda yang dititipkan di kampungnya.
Priyo
yang hingga kini masih gigih mengembangkan Desa Tegalwaton, memang
berniat menjadikan Tegalwaton sebagai desa wisata. Ungkap penggemar
mobil Jeep dan kuda pacu tersebut, saat itu dia berfikir, jika
Tegalwaton hanya mengandalkan pertanian saja, maka akan sangat sulit.
Lalu muncul ide menjadikan Tegalwaton sebagai desa wisata.
Bahkan dengan adanya lapangan pacuan kuda berstandar
nasional, kini banyak pendatang dari Semarang, Solo, Kudus, dan
sebagainya yang membeli tanah di Tegalwaton untuk membuat kandang kuda
pacu. Selain itu, warga Belanda, Jerman, dan manca negara lainnya sering
berkunjung untuk berlatih berkuda. Bahkan ada orang Belanda yang
menetap di sini. Saat ini Desa Tegalwaton sudah seperti Kampung Cowboy.
Sementara
itu seiring dengan perkembangan Kampung Cowboy tersebut, kesejahteraan
warga ikut terangkat karena banyak bermunculan warung makan dan usaha
jasa lainnya. Tidak ketinggalan pula sekolah berkuda di tegalwaton
bernama Arrowhead.
Penggelola Arrowhead Ninuk wiryono mengatakan, potensi desa Tegalwaton memang luar biasa untuk memelihara kuda pacu dan untuk wisata serta latihan calon atlet. Bahkan Kampung Cowboy di Jateng ini kemungkinan adalah satu-satunya hanya Kampung Cowboy.
Penggelola Arrowhead Ninuk wiryono mengatakan, potensi desa Tegalwaton memang luar biasa untuk memelihara kuda pacu dan untuk wisata serta latihan calon atlet. Bahkan Kampung Cowboy di Jateng ini kemungkinan adalah satu-satunya hanya Kampung Cowboy.
Ninuk
menjelaskan, jika hari Sabtu dan Minggu serta hari libur, banyak
pengunjung yang berwisata di Tegalwaton. wisatawan dari luar kota itu
sangat menyukai naik kuda pacu dan kuda poni. Sehingga menjadikan
keberadaan desa Tegalwaton semakin terkenal Dengan aura Kampung
Cowboynya.
Sementara itu, Kevin bocah berusia 7 tahun asal Semarang
mengaku senang bisa naik kuda di kampung coboy tegal waton meskipun
sedikit deg-degan karena penggalaman pertama.Bupati Semarang, Munjirin berharap dengan adanya desa wisata kampong coboy di Tegalwaton Tengaran ini bisa digunakan untuk sekolah berkuda termasuk didalamnya seni berkuda. Bahkan untuk mendukung desa Tegalwaton sebagai Kampung Cowboy maka pacuan kuda akan dijadikan lapangan kuda yang berstandar nasional. Bahkan Pemkab berjanji akan memperbaiki jalan akses masuk ke lokasi yang selama ini rusak.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar